Apakah Jika Terlalu Lama Bekerja Akan Menimbulkan Kebotakan?

obat botak genetik ampuh di kota jakarta bandung surabaya 1

Mempunyai rambut yang lebat dan sehat , bukan saja dambaan wanita tetapi pria juga sangat menginginkannya. Bagaimanapun juga pria ingin lebih nampak gagah dan muda dengan rambut yang sehat , hitam dan tebal. Jadi jangankan botak sampai licin, mulai rontok saja sebagian rambutnya, banyak pria sudah mengalami tekanan mental yang lumayan hebat, dan mencoba mencari dan menemukan obat botak. Kurang percaya diri adalah salah satu efek jika kepala mengalami kebotakan, walaupun secara genetik , orang tuanya juga botak.

Dalam sebuah jurnal yang yang dikelurkan oleh persatuan para pakar dermatologi Inggris, dikatakan bahwa siapa saja dapat mengalami kerontokan rambut, jadi jangan terlalu dipikirkan atau sampai stress karena kehilangan rambut 100 helai rambut setiap hari.  Tetapi perlu perhatian yang serius jika banyak sisa rambut  di sisir atau setelah keramas . Bisa jadi, itu adalah awal dari kebotakan  nada.

obat botak genetik paling rekomendasi

Banyak faktor yang menyebabkan botak mulai dari faktor genetik, stress yang berlebihan atau karena punya riwayat medis. Nah, salah satu faktor lainnya yang mneyebabkan kebotakan adalah karena aktifitas bekerja. Perlu diperhatikan bahwa lamanya bekerja dapat mempengaruhi kesehatan rambut anda

Seperti apa yang dirilis oleh Bright Side, bahwa ternyata  pria yang yang mempunyai durasi kerja yang lama berpeluang untuk mengalami kebotakan pada kepala. Tentu saja hasil penelitian ini kabar tidak baik bagi pria bekerja yang sering over time

Hal-hal yang harus diperhatikan mengenai jam bekerja yang berkaitan dengan kebotakan.

  1. Akan Jauh Lebih Baik lagi Jika Bekerja 52 Jam Per Minggu

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di korea diamati  13.391 pria yang berumur kira-kiran antara 20-59 tahun. Kemudian para peserta dibagi dalam tiga kelompok, mereka yang bekerja 40 tahun, 40-52 dan lebih dari 52 jam per minggu.

Dah hasilnya adalah memang pada mulanya, tidak ada satu pun dari peserta dari mereka yang mengeluluh adanya kerontokan rambut. Tetapi setelah menunggu 4 tahun lamanaya , ternyata peneliti menemukan bahwa jam kerja yang lebih lama secara signifikan terkait dengan pengembangan alopecia/kebotakan . Daam peneliitian ini juga ditemukan ternyata kekuatan koneksi ini meningkat secara proposional dengan jumlah jam kerja.

  1. Stres adalah penyebab sistem kekebalan tubuh menurun dan bisa menyerang folikel rambut

Kaitan dengan jumlah jam bekerja maka jika durasi jam kerja makin panjang maka kemungkinan akan menyebabkan stress , dan karena stress maka mampu mendorong folikel rambut menjadi fase istirahat di mana rambut akan berhenti tumbuh.

Dan perlu digarisbawahi juga bahwa stres juga bisa menyebabkan situasi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Dengan keadaan seperti ini maka ini akan bisa menghentikan pertumbuhan rambut selamanya.

  1. Lakukan pembatasan durasi Jam Kerja

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa lebih baik untuk membatasi jumlah jam kerja, bekerjalah dengan rilek dan enjoy. Tidak baik juga bekerja yang melebihi kapasitas fisik yanh seharusnya istirahat di waktu malam hari. Cobalah diusahakan dengan bekerja leboh efisian dan cermat. Diskusikan dengan tim dan atasan anda sehingga anda bisa dengan leih efisien dan enjoy dalam bekerja.

Perlu diketahui bahwa penelitian ini hanya mengeksplorasi pada pria. Jadi wanita belum diketahui apakah berdampak atau tidak. Segera obati penyakit botak anda segera ,  karena sudah licon sudah susah mengatasi kebotakan. Silahkan hubungi kami di WA 083821219999

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*